Ibupun Butuh Cinta

29 07 2007

ibucinta.jpg

Salah satu hal menakjubkannya ibu adalah TAU dimana barang yang bagus tapi murah!! Sungguh, suatu hari ana merasa ’ ngesak’ ketika ana membeli sebuah tas kulit sintetis seharga 20ribuan. Terselip rasa bangga di hati ketika mendapatkan tas tersebut dari harga 50ribuan. Ketika sampai di rumah, Ibu ana mengatakan,”tu di tempat ini pasti bisa lebih murah,len. Yang di jalan ini tu”. Ternyata memang iya, setelah ana cek di tempat tsb.
***
Bagi setiap orang, Ibu itu penting. wajah lembutnya, senyum manisnya, kelembutan tuturnya, dan segenap nasihatnya selalu mampu membuat anak-anaknya merasa aman.
Setiap anak tentu tidak akan mememungkiri betapa peran ibu mempunyai porsi terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Bagaimana tidak? Ruh seorang anak dititipkan Allah melalui rahim ibu. Sembilan bulan sepuluh hari ia berbagi makanan, cairan, dan suplemen tubuh lainnya dengan ibu. Bahkan setiap apa yang dikonsumsi ibu saat hamil bisa dipastikan adalah untuk janin di rahimnya. Pada masa itu banyak penderitaan yang dialami ibu. Sulit makan di awal-awal kehamilan, membenci sesuatu yang paling disukai saat tidak hamil, sulit bergerak, belum lagi maturational crisis (krisis pada masa hamil ) yang harus dialami.
Saat melahirkan sang bayi, ibu bahkan harus mempertaruhkan nyawanya. Tidak sedikit ibu yang meninggal saat melahirkan. Kemudian dimulailah masa-masa radikal dalam kehidupan anak. Saat anak hanya mampu berkomunikasi dengan tangisan, ocehan-ocehan yang mungkin hanya ibu yang memahaminya, gerakan tangan, tendangan kaki, dan genggaman jari. Begitu lambatnya pertumbuhan kita namun begitu sabarnya ibu mengurus kita. Makan melalui mulut, berbicara, berjalan, semuanya harus dipelajari. Bukankah ibu yang mempunyai peran terbesar dalam tahapan itu?
Kita tumbuh menjadi anak-anak yang lincah dan cenderung nakal. Aktif dan selalu ingin bermain. Ibu dengan sabarnya menemani kita kendati harus letih mengejar kita, melompat, dan memanjat bersama kita. Ia dampingi tahapan-tahapan penting dalam pertumbuhan kita dengan senyum dan harapan indah akan masa depan cerah kita. Ibu tanamkan aqidah dan akhlaq.
Ketika kita sakit ibu adalah orang yang paling panik. Ketika kita nakal ibu adalah orang yang paling sedih. Ketika kita berhasil ibu adalah orang yang paling bahagia. Yakinilah itu!
Setelah dewasa anak-anak mulai sibuk dengan dirinya sendiri. Berjuang sekuat tenaga untuk

mengembangkan karir dan mengukir kesuksesan. Sementara itu, ada ibu yang beranjak tua dan mulai lemah.Ana pernah mengalami ketika ana begitu sibuk dengan tugas-tugas kuliah dan amanah. Pergi pagi, pulang sore. Besoknya begitu lagi. Pantas saja jika ibu ana marah besar. Ana tidak diperbolehkan untuk keluar rumah kacuali untuk kuliah. Berbagai emosi bercampuk aduk di benak ana. Marah pada ibu yang dianggap tidak mengerti sekaligus kebingungan mengerjakan amanah yang sudah hampir deadline.Ditengah gejolak itu,ana akhirnya memutuskan untuk merapikan baju-baju yang ada di lemari. Betapa terkejutnya ana ketika melihat daster kesayangan ana yang kemarin koyak, telah terjahit kembali dengan rapi. Entah sudah berapa kali terlintas niat untuk menjahitnya, tp,slalu ada alasan menundanya. Daster tsb akhirnya membuat ana ‘melihat’ lebih dalam ttg apa-apa saja yang beberapa hari ini ana lewatkan. Ibu benar-benar mempunyai caranya sendiri untuk merefleksikankasih sayangnya Walaupun disaat Beliau kecewa dengan sikap-sikap kita. Hari itu membuat ana berjanji untuk menggenahkan dahulu urusan rumah sebelum pergi. Mungkin untuk sebagian orang hal ini menjadi sepele. Tapi, bukankah basis da’wah Rasulullah pertama kali adalah keluarganya?
Diriwayatkan seorang laki-laki datang kepada Nabi saw seraya bertanya tentang orang yang paling layak ditemani. Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya lagi, “Lalu siapa lagi?”
“Ibumu,” jawab Nabi. “Kemudian siapa lagi?” tanya lelaki itu. “Ibumu,” jawab Nabi. “Kemudian siapa lagi?” Rasul menjawab, “Kemudian ayahmu.”
Tanpa mengurangi hormat kepada ayah, Rasulullah mengucapkan ibu sebanyak 3x baru setelah itu ayah untuk menegaskan bahwa peran ibu itu begitu besar. Coba antum coba cermati, hal-hal apa yang sekarang telah jarang antum lakukan bersama ibu? Apakah itu bercerita, memijitnya,menyisirkan rambutnya ataupun sekedar membuat teh manis hangat kesukaannya. Rasa sayang itu terkadang tak cukup dengan ucapan tetapi butuh tindakan pembuktian.
Sungguh… Ibu pun butuh cinta dari kita, anak-anaknya. Wallahua’lam.
(For my mom,’Tunduk maaf dari ananda’,Nel).


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar