Bertengkar dengan waktu
Dori kembali melirik jam tangannya yang masih melingkar manis dipergelangan tangannya. Sesekali ikhwan semester awal itu melongokkan kepalanya kearah gerbang masjid Muhajirin, kalau-kalau saja yang ditunggu tunggu memunculkan diri.
Bahkan tilawah untuk menenangkan ruhnya pun kini sudah tidak mampu lagi menjaga konsentrasinya. Lisannya membaca, tapi hatinya terbang kemana-mana.
Wah… Dori mulai habis kesabarannya. Ini bukanlah kali pertama ia mendapati para ikhwah menyepelekan janji dalam menepati waktu. Entah mengapa organisasi besar seperti ini punya hobi aneh; TELAT! Contohnya saja untuk kali ini, agenda syuro yang seharusnya sudah dimulai 40 menit yang lalu sampai detik ini belum dibuka juga. Bagaimana mau dibuka, yang hadir cuma Dori sendiri! Asli, suasana masjid pagi itu masih lengang, kosong…enggak ada tanda tanda kehidupan disana. Temen temen dari Humas dan staf media belum satupun yang hadir. Baca entri selengkapnya »


Kunjungi Website resmi KAMMI :
Komentar Terakhir